Browse By

Update Banjir Pamona Utara: BPBD Sulteng Percepat Pendataan Dampak dan Distribusi Logistik

Banjir merendam rumah warga di Desa Saojo, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Minggu (12/4/2026).

POSO, SULAWESI TENGAH. Kabarkaltim News. – Merespons musibah luapan air yang merendam permukiman warga, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulawesi Tengah (BPBD Sulteng) kini tengah melakukan pendataan intensif di Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso. Langkah cepat ini dilakukan guna memetakan kerusakan secara akurat serta memastikan bantuan logistik maupun proses evakuasi berjalan tepat sasaran.

Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Poso dalam beberapa hari terakhir telah memicu kenaikan debit air sungai hingga meluap ke rumah-rumah warga. Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) masih disiagakan di lapangan untuk melakukan pemantauan berkala dan penanganan darurat.

Fokus Utama BPBD: Validasi Data Kerugian dan Kebutuhan Mendesak

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mengidentifikasi jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung serta memverifikasi kerusakan infrastruktur publik. Data yang akurat sangat krusial sebagai landasan penentuan status tanggap darurat dan skema distribusi bantuan.

Beberapa aspek yang menjadi prioritas pendataan tim di lapangan meliputi:

  • Verifikasi Rumah Terdampak: Klasifikasi kerusakan bangunan mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.
  • Audit Fasilitas Umum: Pengecekan menyeluruh terhadap akses jalan utama, jembatan, gedung sekolah, dan rumah ibadah yang tergenang.
  • Sektor Pertanian: Pendataan luas lahan sawah dan perkebunan warga yang terancam gagal panen guna mengantisipasi kerugian ekonomi masyarakat.

Analisis Penyebab: Faktor Geografis dan Cuaca Ekstrem

Kecamatan Pamona Utara secara geografis terletak di sekitar kawasan Danau Poso, menjadikannya daerah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kenaikan permukaan air saat musim penghujan. Namun, selain faktor cuaca ekstrem, terdapat indikasi faktor lain yang memperparah keadaan.

Pendangkalan aliran sungai serta perubahan fungsi lahan di area hulu disinyalir menjadi pemicu banjir yang kini terjadi secara berulang. BPBD Sulteng bersama pihak terkait terus mengimbau warga di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada. Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, potensi hujan susulan dengan intensitas sedang hingga lebat masih diprediksi akan terjadi di wilayah Sulawesi Tengah dalam sepekan ke depan.

Sinergi Penanganan dan Koordinasi Lintas Sektor

Dalam upaya meminimalkan dampak bencana, BPBD Sulteng menjalin koordinasi erat dengan BPBD Kabupaten Poso, TNI, Polri, serta unsur relawan lokal. Selain pendataan, sejumlah langkah taktis telah diaktifkan, antara lain:

  1. Aktivasi Posko Darurat: Berfungsi sebagai pusat komando informasi, pelaporan warga, dan koordinasi evakuasi.
  2. Manajemen Logistik: Penyiapan paket bantuan berupa bahan pangan pokok, penyediaan air bersih, serta kebutuhan khusus bagi balita dan lansia di pengungsian.
  3. Kesiagaan Alat Berat: Penyiagaan unit ekskavator di titik-titik rawan longsor untuk mengantisipasi terputusnya akses transportasi di wilayah Pamona.

Himbauan Keamanan bagi Masyarakat Terdampak

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax) mengenai status ketinggian air atau kondisi bendungan. Segala informasi resmi akan disampaikan secara satu pintu melalui saluran komunikasi BPBD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.

Bagi warga yang berada dalam situasi darurat atau ingin memberikan informasi terkait kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan segera, diharapkan segera menghubungi petugas di posko bencana terdekat atau melalui jalur komunikasi darurat yang telah disediakan. (Her)