Browse By

Menhaj Tegaskan Pelayanan Haji 2026: “Jangan Ada Jemaah Terlantar Akibat Kelalaian Petugas”

JAKARTA, KabarKaltim News. – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) memberikan instruksi tegas menjelang keberangkatan musim haji 1447 H / 2026 M. Dalam arahannya, Menhaj menekankan bahwa standar pelayanan jemaah adalah prioritas mutlak dan tidak memberikan toleransi bagi kelalaian petugas di lapangan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan hak pelayanan yang optimal selama berada di tanah suci.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi kesiapan petugas haji, di mana Menhaj menggarisbawahi pentingnya dedikasi dan profesionalisme dalam mendampingi tamu Allah.

Petugas Haji Sebagai Pelayan: Zero Tolerance bagi Kelalaian

Menhaj menginstruksikan agar seluruh petugas, mulai dari tim kesehatan hingga pendamping ibadah, memiliki kesiagaan penuh. Beliau mewanti-wanti agar tidak ada satu pun jemaah yang tidak terlayani hanya karena faktor koordinasi yang buruk atau sikap petugas yang tidak responsif.

“Saya instruksikan, jangan ada jemaah haji yang tidak terlayani karena kelalaian petugas. Tugas kita adalah melayani, bukan dilayani. Setiap petugas harus hadir sebagai solusi bagi jemaah,” tegas Menhaj.

Beberapa poin krusial dalam instruksi Menhaj meliputi:

  • Respons Cepat: Petugas wajib tanggap terhadap kebutuhan jemaah, terutama lansia dan jemaah risiko tinggi (risti).
  • Monitoring Ketat: Pengawasan berlapis dilakukan untuk memantau kinerja petugas di setiap sektor (Makkah, Madinah, dan Arafah-Muzdalifah-Mina).
  • Sanksi Tegas: Petugas yang terbukti lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya akan diberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku.

Fokus Pelayanan Haji 2026: Ramah Lansia dan Disabilitas

Melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya, program Haji Ramah Lansia kembali menjadi fokus utama. Mengingat persentase jemaah lanjut usia yang cukup besar, Menhaj meminta petugas memiliki empati ekstra dalam memberikan pendampingan fisik maupun mental.

Fasilitas pendukung seperti transportasi bus ramah disabilitas, konsumsi dengan gizi seimbang, hingga layanan medis mobile akan diperkuat di titik-titik krusial untuk mencegah terjadinya kendala teknis yang dapat merugikan jemaah.

Mitigasi Masalah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna)

Menhaj juga memberikan perhatian khusus pada fase Armuzna yang merupakan puncak ibadah haji. Penumpukan jemaah dan keterlambatan logistik di masa lalu menjadi pelajaran penting untuk perbaikan tahun ini. Petugas diminta untuk melakukan simulasi dan pemetaan masalah secara mendalam guna memastikan proses mabit dan wukuf berjalan lancar. (Red.)